Strategi Penataan Zonasi Kawasan Wisata Berbasis Ekowisata Di Desa Karangan Kabupaten Enrekang

Authors

  • Nurhakim Sabir Universitas Muslim Indonesia
  • Juhana Said Universitas Muslim Indonesia
  • Arinda Wahyuni Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69688/juksit.v5i1.180

Keywords:

Ekowisata, Zonasi kawasan wisata, Pariwisata berkelanjutan, Desa Karangan, Kabupaten Enrekang

Abstract

Kawasan Wisata Karangan di Desa Karangan, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang memiliki potensi alam yang luar biasa berupa air terjun, hutan lumut, aliran Sungai Karangan, jalur arus jeram, kebun kopi, dan panorama pegunungan, namun belum dimanfaatkan secara optimal akibat minimnya fasilitas, belum adanya pembagian zonasi kawasan yang jelas, serta ketiadaan area parkir yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penataan zonasi kawasan wisata berbasis ekowisata di Desa Karangan, Kabupaten Enrekang sebagai upaya mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif melalui pendekatan studi kasus, dengan pengumpulan data berupa survei lapangan langsung ke Kawasan Wisata Karangan, persuratan kepada Dinas Pariwisata Provinsi sSulawesi Selatan, serta studi literatur dari berbagai sumber tertulis dan referensi proyek sejenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan wisata dibagi menjadi lima zona utama, yaitu zona penerima, zona wisata alam dan edukasi, zona hunian wisata berbasis masyarakat, zona konservasi, serta zona servis dan penunjang.Perancangan fasilitas kawasan menerapkan konsep arsitektur ramah lingkungan dengan mengadopsi rumah panggung khas budaya Sulawesi serta pemanfaatan material lokal seperti kayu, bambu, dan batu alam. Integrasi budaya lokal masyarakat Enrekang seperti arsitektur adat Duri, kuliner khas dangke dan kapurung, serta kesenian tradisional turut memperkuat identitas kawasan wisata. Pelibatan masyarakat lokal sebagai pengelola homestay, pemandu wisata, dan pelaku UMKM menjadi kunci keberlanjutan ekonomi kawasan. Strategi penataan zonasi ini terbukti mampu mengoptimalkan pemanfaatan ruang,meningkatkan kenyamanan pengunjung, melestarikan lingkungan dan budaya lokal, serta meningkatkan nilai ekonomi masyarakat Desa Karangan secara berkelanjutan.

References

P. Kepariwisataan, D. Kabupaten, I. Tahun, T. Lembaran, T. Lembaran, and N. Republik, “Kepariwisataan, Pembangunan Kabupaten, Daerah Tahun, Indonesia Lembaran, Tambahan Lembaran, Tambahan Republik, Negara,” 2017.

M. Sabono, N. Nurdin Kasim, and F. Mastutie, “Model Perancangan Kawasan Wisata Musik di Kota Ambon,” J. Losari, vol. 7, no. 1, pp. 99–115, 2022, [Online]. Available: http://jurnal.ft.umi.ac.id/index.php/losari/article/view/070102202209

A. Wahyuni and A. N. Edar, “Pengaruh Plafon Terhadap Tingkat Kenyamanan Penghuni Rumah Tinggal,” LOSARI J. Arsit. Kota dan Pemukim., vol. 6, no. 2, pp. 127–137, 2021, doi: 10.33096/losari.v6i2.309.

G. H. Musda, A. Wahyuni, and A. N. Edar, “Identifikasi Kualitas Ruang Terbuka Publik di Landmark Ternate .,” vol. 7, no. 1, pp. 1–11, 2022.

G. H. Musda, A. Wahyuni, A. N. Edar, M. Djalalullah, and Y. Karimu, “Perencanaan Lansekap Lahan Pertanian Kelompok Tani Kampoeng Ce ’ de di Kabupaten Maros Berbasis Sistem Pertanian Terpadu JURNAL MEDIA INFORMATIKA [ JUMIN ],” vol. 6, no. 2, pp. 923–935, 2025.

A. N. Edar and A. Wahyuni, “Pengaruh Suhu dan Kelembaban Terhadap Rasio Kelembaban dan Entalpi (Studi Kasus: Gedung UNIFA Makassar),” LOSARI J. Arsit. Kota dan Pemukim., vol. 6, no. 2, pp. 102–114, 2021, doi: 10.33096/losari.v6i2.311.

A. Arinda Wahyuni, Gusti Hardyanti Musda, Ahmad Nadhil Edar, “ANALISIS PERENCANAAN JALUR SIRKULASI NEW PEDSTRIAN PADA KAWASAN KOMERSIAL JL. BOULEVARD DAN JL. PENGAYOMAN, KOTA MAKASSAR,” vol. 17, no. 2, pp. 149–159, 2024.

R. Firdaus Bouty and S. Selatan, “Model Pengembangan Wisata Pantai Maribaya, Tegal, Jawa Tengah,” Agustus, vol. 7, no. 2, pp. 163–172, 2022, [Online]. Available: http://jurnal.ft.umi.ac.id/index.php/losari/article/view/070208202203

N. Arsyad and J. Said, “Peran morfologi kota dalam memediasi fungsi ekologisruang terbuka hijau studi kasus : Lapangan Karebosi , Pusat Kota Makassar The role of urban morphology in mediating ecological functions green open space case study : Karebosi Field , Makassar City Cente,” vol. 4, pp. 686–695, 2026.

N. Arsyad and J. Said, “Pembuatan Vertical-Horizontal Garden Pada Kawasan Permukiman Padat Rw 005 Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini Kota Makassar,” Pros. Konf. Nas. Pengabdi. Kpd. Masy., pp. 517–525, 2020.

J. Said, “Perubahan Fungsi Lansekap Terhadap Peningkatan Temperatur Udara di Lingkungan Kota Makassar,” no. 2012, pp. 14–21, 2013.

W. Amananti, “ANALISIS KOMPONEN PARIWISATA DAN ZONASI KAWASAN PARIWISATA MELALUI TEORI TRIPARTITE DI KAWASAN WISATA PANTAI KEDONGANAN,” vol. 4, no. 02, pp. 7823–7830, 2024.

A. Jurizat and T. Ramadhan, “Embodied energy pada dinding bambu anyaman dan plester,” vol. 3, no. 2, pp. 178–191, 2020.

A. Salam, D. Oleh, S. Dodeam, S. Yogyakarta, and C. Pertama, Dangke : Pangan Tinggi Protein Dari Suku Massenrenpulu , Kabupaten Enrkang.

Wahyu, PERAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DAN EKONOMI KREATIF DESA LATIMOJONG KAB. ENREKANG, vol. 183, no. 2. 2023.

Downloads

Published

2026-07-08

How to Cite

Sabir, N., Said, J., & Wahyuni, A. (2026). Strategi Penataan Zonasi Kawasan Wisata Berbasis Ekowisata Di Desa Karangan Kabupaten Enrekang. Jurnal Kolaborasi Sains Dan Ilmu Terapan, 5(1), 31–37. https://doi.org/10.69688/juksit.v5i1.180