KOMUNIKASI LINGKUNGAN MELALUI KAMPANYE MEDIA SOSIAL STUDI EKOWISATA DANAU TOBA
DOI:
https://doi.org/10.55338/mekas.v3i2.133Keywords:
komunikasi lingkungan, kampanye media sosial, ekowisata, Danau Toba, pelestarian lingkunganAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi lingkungan melalui kampanye media sosial pada pengembangan ekowisata Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Danau Toba sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata nasional memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata, namun masih menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti pencemaran, pengelolaan sampah, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Media sosial menjadi salah satu sarana komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan lingkungan kepada masyarakat luas, khususnya dalam membangun kesadaran, partisipasi, dan perubahan perilaku masyarakat terhadap pelestarian kawasan wisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada kampanye media sosial yang dilakukan oleh pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan pelaku wisata di kawasan Danau Toba. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan analisis konten media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye media sosial berperan penting dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian Danau Toba melalui pesan visual, edukatif, dan persuasif. Penggunaan konten kreatif seperti video pendek, infografis, dan testimoni wisatawan mampu meningkatkan interaksi serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Namun demikian, efektivitas kampanye masih dipengaruhi oleh konsistensi pesan, kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan tingkat literasi digital masyarakat. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan melalui kampanye media sosial memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung pengembangan ekowisata Danau Toba yang berkelanjutan, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang lebih terintegrasi dan partisipatif untuk memperkuat keberhasilan kampanye lingkungan di masa mendatang.
References
Cox, R. (2021). Environmental Communication and the Public Sphere (6th edn). SAGE Publications.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th edn). SAGE Publications.
Fennell, D. A. (2025). Ecotourism (6th edn). Routledge.
Kaplan, A. M. (2023). Digital Transformation and Social Media Campaigns in Green Tourism. Open Academic Press.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2020). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68.
Krippendorff, K. (2022). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (5th edn). SAGE Publications.
Lovejoy, K., & Saxton, G. D. (2022). Moving toward digital advocacy: How environmental non-profits optimize social networks for action. Journal of Computer-Mediated Communication, 27(2), 112–130.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2021). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th edn). SAGE Publications.
Pezzullo, P. C., & Cox, R. (2023). Environmental Communication and the Public Sphere (7th edn). SAGE Publications.
Yin, R. K. (2024). Case Study Research and Applications: Design and Methods (7th edn). SAGE Publications.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.