Konflik Kepentingan

Kebijakan Konflik Kepentingan

Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) berkomitmen menjaga independensi, objektivitas, transparansi, dan integritas dalam seluruh proses editorial dan penerbitan ilmiah.

Setiap pihak yang terlibat dalam proses publikasi wajib mengungkapkan konflik kepentingan yang dapat memengaruhi, atau secara wajar dipersepsikan dapat memengaruhi, penilaian, keputusan, atau integritas proses penerbitan.

1. Pengertian Konflik Kepentingan

Konflik kepentingan adalah keadaan ketika kepentingan pribadi, profesional, akademik, finansial, institusional, atau hubungan tertentu dapat memengaruhi atau berpotensi memengaruhi objektivitas seseorang dalam melaksanakan tanggung jawabnya dalam proses penelitian, penelaahan, editorial, atau penerbitan.

Konflik kepentingan tidak selalu berarti bahwa seseorang telah melakukan pelanggaran etika. Namun, konflik yang relevan harus diungkapkan dan dikelola secara transparan untuk menjaga kepercayaan terhadap proses publikasi ilmiah.

2. Prinsip Umum

Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) menerapkan prinsip:

  • transparansi;
  • objektivitas;
  • independensi editorial;
  • keadilan;
  • kerahasiaan;
  • akuntabilitas; dan
  • integritas ilmiah.

Keberadaan konflik kepentingan tidak secara otomatis menyebabkan manuskrip ditolak atau seseorang dikeluarkan dari proses publikasi. Penanganan dilakukan berdasarkan tingkat, sifat, relevansi, dan potensi pengaruh konflik terhadap proses pengambilan keputusan.

3. Konflik Kepentingan Penulis

Seluruh penulis wajib mengungkapkan konflik kepentingan yang berkaitan dengan penelitian, penyusunan manuskrip, interpretasi hasil, atau publikasi artikel. Pengungkapan dilakukan secara jujur dan mencakup kepentingan yang dapat memengaruhi maupun yang secara wajar dapat dipersepsikan memengaruhi objektivitas penelitian.

Konflik kepentingan dapat mencakup, tetapi tidak terbatas pada:

  • hubungan finansial dengan organisasi atau pihak yang berkepentingan terhadap hasil penelitian;
  • hubungan pekerjaan, jabatan, atau hubungan profesional;
  • kepentingan komersial atau kepemilikan saham yang relevan;
  • kepemilikan hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan penelitian;
  • hubungan keluarga, pribadi, atau hubungan dekat lainnya yang berpotensi memengaruhi objektivitas;
  • hubungan akademik atau persaingan penelitian;
  • keterlibatan dalam organisasi atau institusi yang berkepentingan terhadap hasil penelitian; atau
  • kepentingan lain yang secara wajar dapat dipandang memengaruhi penelitian atau publikasi.

Apabila tidak terdapat konflik kepentingan, penulis tetap harus menyampaikan pernyataan eksplisit bahwa tidak ada konflik kepentingan yang relevan. Pengungkapan konflik tidak secara otomatis menyebabkan manuskrip ditolak; editor akan menilai relevansi dan dampaknya terhadap integritas penelitian serta proses editorial.

4. Pernyataan Konflik Kepentingan Penulis

Penulis wajib mencantumkan pernyataan konflik kepentingan dalam manuskrip atau pada bagian yang ditentukan oleh sistem pengiriman jurnal. Pernyataan tersebut harus mencerminkan kondisi seluruh penulis dan tidak boleh menghilangkan informasi yang material bagi penilaian editorial.

Jika tidak terdapat konflik kepentingan:

"Seluruh penulis menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan yang relevan dengan penelitian, kepengarangan, dan publikasi artikel ini."

Jika terdapat konflik kepentingan:

"Penulis menyatakan adanya konflik kepentingan berupa [jelaskan jenis konflik kepentingan, pihak terkait, dan relevansinya dengan penelitian]. Informasi tersebut diungkapkan secara transparan untuk memungkinkan penilaian editorial yang objektif."

Editor dapat meminta penjelasan atau informasi tambahan apabila pernyataan yang disampaikan belum memadai untuk menilai sifat dan relevansi konflik kepentingan.

5. Konflik Kepentingan Reviewer

Reviewer wajib mengungkapkan kepada editor setiap konflik kepentingan aktual, potensial, atau yang dapat dipersepsikan memengaruhi independensi dan objektivitas penilaian manuskrip. Pengungkapan harus dilakukan sebelum penelaahan dimulai atau segera setelah konflik diketahui.

Reviewer harus menolak undangan atau mengundurkan diri dari proses penelaahan apabila konflik tersebut tidak dapat dikelola secara memadai, termasuk dalam keadaan berikut:

  • memiliki hubungan pribadi atau keluarga yang dekat dengan penulis;
  • memiliki hubungan kerja atau berada dalam satu unit institusi dengan penulis sehingga independensi penilaian diragukan;
  • memiliki hubungan profesional atau finansial yang berkaitan dengan hasil penelitian;
  • sedang berkompetisi secara langsung dalam penelitian yang sama atau sangat berkaitan;
  • memiliki perselisihan pribadi atau profesional yang berpotensi memengaruhi penilaian;
  • memiliki kepentingan komersial atau institusional terhadap hasil penelitian; atau
  • memiliki kepentingan lain yang dapat menimbulkan keraguan yang wajar terhadap objektivitas penelaahan.

Keputusan mengenai kelayakan reviewer ditetapkan oleh editor. Reviewer tidak boleh menggunakan informasi dari manuskrip yang belum dipublikasikan untuk keuntungan pribadi atau pihak lain.

6. Konflik Kepentingan Editor

Editor wajib menjaga independensi, keadilan, dan objektivitas dalam seluruh keputusan editorial. Editor harus mengungkapkan konflik kepentingan dan tidak menangani manuskrip apabila konflik tersebut dapat memengaruhi atau secara wajar dipersepsikan memengaruhi keputusan editorial.

Konflik dapat timbul apabila editor:

  • menjadi penulis atau salah satu penulis manuskrip;
  • memiliki hubungan keluarga atau hubungan pribadi yang dekat dengan penulis;
  • memiliki hubungan kerja atau profesional yang dapat memengaruhi penilaian;
  • memiliki kepentingan finansial atau komersial;
  • memiliki persaingan akademik langsung;
  • memiliki kepentingan institusional terhadap hasil penelitian; atau
  • memiliki kepentingan lain yang dapat mengganggu independensi keputusan.

7. Penanganan Konflik Kepentingan Editor

Apabila editor memiliki konflik kepentingan, manuskrip harus dialihkan kepada editor lain yang tidak memiliki konflik kepentingan. Apabila editor yang berkonflik merupakan editor utama atau pihak yang biasanya berwenang menetapkan keputusan akhir, pengelola jurnal harus menunjuk pihak yang independen untuk menangani manuskrip tersebut.

Editor yang memiliki konflik kepentingan tidak boleh memilih reviewer, mengevaluasi laporan reviewer, menetapkan keputusan editorial, atau memengaruhi keputusan melalui komunikasi informal. Pengalihan penanganan dan keputusan terkait harus didokumentasikan secara memadai.

8. Konflik Kepentingan Dewan Editor

Anggota Dewan Editor juga wajib mengungkapkan konflik kepentingan apabila terlibat dalam proses editorial.

Jika konflik kepentingan ditemukan, anggota tersebut tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perkara tersebut.

9. Konflik Kepentingan Penerbit

Penerbit dan pengelola jurnal tidak boleh melakukan intervensi yang tidak semestinya terhadap keputusan editorial berdasarkan kepentingan finansial, politik, pribadi, atau institusional.

Keputusan mengenai penerimaan, penolakan, dan publikasi manuskrip harus didasarkan pada pertimbangan ilmiah, editorial, dan etika.

10. Konflik Kepentingan Finansial

Kepentingan finansial wajib diungkapkan apabila memiliki hubungan yang relevan dengan penelitian, produk atau layanan yang diteliti, interpretasi hasil, atau keputusan publikasi. Kepentingan tersebut dapat mencakup honorarium, konsultansi, kepemilikan saham, royalti, paten, dukungan finansial, atau hubungan ekonomi lain yang relevan.

Pengungkapan dilakukan untuk mendukung transparansi dan memungkinkan editor serta pembaca menilai potensi pengaruh kepentingan finansial terhadap penelitian. Keberadaan kepentingan finansial tidak secara otomatis membuktikan adanya pelanggaran etika.

11. Pendanaan Penelitian

Penulis wajib menyatakan sumber pendanaan yang mendukung penelitian, apabila ada, termasuk nama lembaga, organisasi, atau pemberi dana dan nomor hibah jika tersedia.

Penulis juga harus menjelaskan peran pemberi dana dalam desain penelitian, pengumpulan data, analisis, interpretasi, penyusunan manuskrip, dan keputusan untuk mengirimkan artikel apabila pemberi dana terlibat dalam kegiatan tersebut.

Apabila penelitian tidak menerima pendanaan eksternal, penulis dapat menyatakan bahwa penelitian dilakukan tanpa pendanaan eksternal. Pernyataan pendanaan harus dibedakan dari pernyataan konflik kepentingan, meskipun informasi pendanaan dapat menjadi relevan untuk menilai konflik tersebut.

12. Konflik Kepentingan dan Kepengarangan

Seluruh penulis harus memenuhi kriteria kepengarangan yang berlaku dan bertanggung jawab atas kontribusi masing-masing terhadap manuskrip. Pencantuman atau penghilangan nama penulis tidak boleh digunakan untuk menyembunyikan konflik kepentingan, memberikan keuntungan yang tidak semestinya, atau memengaruhi keputusan editorial.

Setiap perubahan daftar penulis, termasuk penambahan, penghapusan, atau perubahan urutan penulis setelah manuskrip dikirimkan, harus disertai alasan yang jelas dan persetujuan tertulis dari seluruh penulis terkait. Perubahan hanya dapat diproses setelah ditinjau dan disetujui oleh editor sesuai dengan kebijakan kepengarangan jurnal.

Perselisihan kepengarangan yang belum terselesaikan dapat dirujuk kepada institusi terkait apabila diperlukan. Jurnal tidak akan menetapkan fakta mengenai kontribusi atau pelanggaran kepengarangan hanya berdasarkan klaim sepihak.

13. Konflik Kepentingan dalam Peer Review

Reviewer wajib menjaga objektivitas dan tidak menggunakan informasi yang diperoleh selama proses peer review untuk keuntungan pribadi atau kepentingan pihak lain.

Reviewer juga tidak boleh memanfaatkan ide, data, metode, atau informasi yang belum dipublikasikan dari manuskrip yang sedang ditelaah.

14. Pengungkapan Konflik Secara Rahasia

Informasi mengenai konflik kepentingan yang disampaikan oleh penulis, reviewer, editor, atau pihak lain akan ditangani secara hati-hati dan dibatasi pada pihak yang memerlukan informasi tersebut untuk melakukan pemeriksaan atau mengambil keputusan.

Kerahasiaan tidak menghalangi jurnal untuk meminta klarifikasi, berkonsultasi dengan pihak yang berwenang, atau mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi integritas proses publikasi. Informasi hanya dapat disampaikan kepada pihak lain sejauh relevan dan sesuai dengan kebijakan jurnal serta ketentuan hukum yang berlaku.

15. Pemeriksaan Konflik Kepentingan

Editor atau pengelola jurnal dapat memeriksa dugaan konflik kepentingan berdasarkan informasi yang relevan, termasuk pernyataan pihak terkait, identitas dan afiliasi, hubungan profesional, sumber pendanaan, serta dokumen pendukung yang tersedia.

Pemeriksaan harus dilakukan secara objektif, adil, proporsional, dan terdokumentasi. Pihak yang terkait dapat diminta memberikan klarifikasi atau bukti yang relevan sebelum keputusan diambil, sepanjang hal tersebut sesuai dengan tahap proses dan sifat permasalahannya.

Laporan atau dugaan konflik kepentingan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran. Kesimpulan harus didasarkan pada informasi yang cukup dan pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

16. Konflik Kepentingan yang Tidak Diungkapkan

Jika ditemukan indikasi bahwa konflik kepentingan yang material tidak diungkapkan, jurnal dapat meminta klarifikasi kepada pihak terkait dan memeriksa dampaknya terhadap penelitian, penelaahan, atau keputusan editorial.

Tindakan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan, tingkat keseriusan konflik, apakah konflik tersebut memengaruhi proses editorial atau interpretasi penelitian, serta kebijakan etika publikasi yang berlaku. Tidak diungkapkannya konflik tidak otomatis membuktikan adanya kesengajaan melakukan pelanggaran.

17. Konflik Kepentingan Pascapublikasi

Konflik kepentingan yang baru diketahui setelah artikel diterbitkan dapat diperiksa oleh jurnal. Jurnal akan menilai apakah informasi yang tidak diungkapkan berpengaruh secara material terhadap transparansi, interpretasi hasil, atau integritas proses editorial.

Apabila diperlukan, jurnal dapat meminta klarifikasi, memperbarui pernyataan konflik kepentingan, menerbitkan koreksi, atau mengambil tindakan lain sesuai dengan kebijakan koreksi dan retraction jurnal.

18. Tindakan Korektif

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan tingkat keseriusan masalah, tindakan dapat mencakup:

  • meminta klarifikasi atau dokumen pendukung;
  • meminta pernyataan konflik kepentingan tambahan atau revisi pernyataan yang telah disampaikan;
  • mengganti reviewer atau mengalihkan penanganan manuskrip kepada editor lain;
  • melakukan pemeriksaan editorial tambahan;
  • menunda keputusan editorial selama pemeriksaan yang relevan berlangsung;
  • menerbitkan koreksi atau pemberitahuan apabila diperlukan;
  • merujuk perkara kepada institusi terkait apabila terdapat dugaan pelanggaran yang memerlukan pemeriksaan institusional; atau
  • mengambil tindakan lain yang proporsional sesuai dengan kebijakan etika publikasi jurnal.

Tindakan yang diambil harus didokumentasikan dan dikomunikasikan kepada pihak terkait sejauh sesuai dengan kewajiban kerahasiaan dan prosedur jurnal.

19. Konflik Kepentingan dan Independensi Editorial

Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) tidak membedakan perlakuan terhadap manuskrip berdasarkan kepentingan finansial, hubungan institusional, kedudukan, reputasi, atau hubungan pribadi dengan pihak yang terlibat.

Keputusan editorial harus didasarkan pada kualitas ilmiah, relevansi terhadap fokus dan ruang lingkup jurnal, integritas penelitian, serta hasil proses peer review.

20. Tanggung Jawab Semua Pihak

Penulis, reviewer, editor, anggota Dewan Editor, dan pihak lain yang terlibat dalam proses publikasi bertanggung jawab untuk mengungkapkan konflik kepentingan yang relevan dan bekerja sama dalam proses penanganannya.

21. Hubungan dengan Kebijakan Etika Publikasi

Kebijakan Konflik Kepentingan ini merupakan bagian dari Etika Publikasi dan Pernyataan Malpraktik Publikasi Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS).

Dugaan konflik kepentingan yang berkaitan dengan pelanggaran integritas penelitian atau etika publikasi dapat ditangani sesuai dengan prosedur etika jurnal.

22. Pernyataan Akhir

Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) berkomitmen mengelola konflik kepentingan secara transparan, objektif, independen, dan bertanggung jawab untuk menjaga integritas proses editorial dan kepercayaan terhadap publikasi ilmiah.

Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)
Kebijakan Konflik Kepentingan