https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/mekas/issue/feed Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) 2026-08-04T10:25:07+07:00 Fricles Ariwisanto Sianturi jurnalmekas@gmail.com Open Journal Systems <p align="justify"><strong>Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)</strong> adalah jurnal ilmiah peer-review yang diterbitkan oleh PT. Lembaga Dongan Dosen yang bergerak dibidang Publikasi, Penerbit Buku. <strong>Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)</strong> adalah jurnal interdisipliner yang, meskipun berpusat pada komunikasi, terbuka dan menyambut kontribusi dari berbagai disiplin ilmu dan pendekatan yang bertemu di persimpangan studi komunikasi.</p> <p align="justify"><strong>Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)</strong> terdiri dari versi online, diterbitkan dua kali setahun pada akhir Oktober dan April tahun berjalan. Sebagai terbitan berkala ilmiah, jurnal ini tunduk pada ketentuan standar peer review yang dilakukan oleh Sarjana Komunikasi dari berbagai universitas. Semua naskah yang dikirimkan akan melalui tinjauan sejawat dan tinjauan editorial secara double-blind sebelum diberikan penerimaan untuk diterbitkan. <strong>Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)</strong> telah menggunakan Sistem Jurnal Terbuka yang mewajibkan seluruh penulis untuk mendaftar terlebih dahulu sebelum diperbolehkan mengunggah naskah yang mereka tulis secara online. Setelah itu, editor, peer reviewer, dan penulis dapat memantau pemrosesan naskah. <strong>Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)</strong><strong> </strong>menerbitkan makalah terpilih di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution NonCommercial ShareAlike 4.0</p> https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/mekas/article/view/132 JURNALISME DATA DAN TRANSPARANSI INFORMASI PUBLIK DI ERA AI 2026-07-21T11:54:35+07:00 Bayu Adillah bayuadillah@gmail.com <p class="07AbstrakID">Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan terhadap praktik jurnalisme data dan keterbukaan informasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran jurnalisme data dalam meningkatkan transparansi informasi publik pada era AI, mengidentifikasi peluang yang dihadirkan teknologi AI, serta menelaah tantangan yang muncul dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, melalui pengumpulan data dari berbagai sumber ilmiah, jurnal, buku, dan dokumen yang berkaitan dengan jurnalisme data, transparansi informasi publik, dan teknologi AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam jurnalisme data mampu meningkatkan kecepatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan visualisasi data sehingga penyampaian informasi kepada masyarakat menjadi lebih efektif dan mudah dipahami. Selain itu, AI juga mendukung peningkatan akses terhadap informasi publik yang lebih terbuka, akurat, dan efisien. Namun, penggunaan AI juga menimbulkan sejumlah tantangan, seperti risiko penyebaran informasi yang tidak akurat, bias algoritma, masalah privasi data, serta persoalan etika dalam pengelolaan informasi publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan AI dalam jurnalisme data memiliki potensi besar untuk memperkuat transparansi informasi publik apabila didukung oleh regulasi yang memadai, prinsip etika jurnalistik, serta peningkatan literasi digital masyarakat. Kolaborasi antara teknologi, pemerintah, media, dan masyarakat diperlukan agar pemanfaatan AI dapat memberikan manfaat yang optimal bagi keterbukaan informasi publik.</p> 2026-05-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/mekas/article/view/133 KOMUNIKASI LINGKUNGAN MELALUI KAMPANYE MEDIA SOSIAL STUDI EKOWISATA DANAU TOBA 2026-07-21T11:56:36+07:00 Fitri Ayu Rufaidah Fitri_ayu1211@gmail.com <p class="07AbstrakID">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi lingkungan melalui kampanye media sosial pada pengembangan ekowisata Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Danau Toba sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata nasional memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata, namun masih menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti pencemaran, pengelolaan sampah, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Media sosial menjadi salah satu sarana komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan lingkungan kepada masyarakat luas, khususnya dalam membangun kesadaran, partisipasi, dan perubahan perilaku masyarakat terhadap pelestarian kawasan wisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada kampanye media sosial yang dilakukan oleh pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan pelaku wisata di kawasan Danau Toba. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan analisis konten media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye media sosial berperan penting dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian Danau Toba melalui pesan visual, edukatif, dan persuasif. Penggunaan konten kreatif seperti video pendek, infografis, dan testimoni wisatawan mampu meningkatkan interaksi serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Namun demikian, efektivitas kampanye masih dipengaruhi oleh konsistensi pesan, kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan tingkat literasi digital masyarakat. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan melalui kampanye media sosial memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung pengembangan ekowisata Danau Toba yang berkelanjutan, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang lebih terintegrasi dan partisipatif untuk memperkuat keberhasilan kampanye lingkungan di masa mendatang.</p> 2026-05-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/mekas/article/view/134 NARASI MEDIA DALAM ESKALASI DAN RESOLUSI KONFLIK SOSIAL DI INDONESIA 2026-07-21T11:57:43+07:00 Ardi Indra Yufiah ardiindra2314@gmail.com Antonius Nugraha Nugraha@gmail.com <p>Konflik sosial di Indonesia merupakan fenomena laten dan berlapis-lapis yang didorong oleh pluralisme sosio-demografis dan ketidaksetaraan struktural. Dalam lanskap komunikasi kontemporer, teks media tidak hanya melaporkan fakta tetapi bertindak sebagai agen strategis yang secara aktif membangun persepsi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme simultan narasi media dalam mendorong eskalasi dan penyelesaian konflik sosial di Indonesia. Menggunakan metode analisis konten kualitatif, penelitian ini mengaudit pembingkaian berita lintas platform dari media online arus utama terpilih dan platform digital interaktif selama periode gesekan etno-agama dan sosial-politik 2024–2025. Hasilnya menunjukkan dualitas operasional yang kritis: sementara pelaporan digital yang digerakkan oleh clickbait dan asimetris mempercepat eskalasi konflik dengan merekayasa prasangka sosial dan ruang gema algoritmik, jaringan alternatif yang dipimpin warga dan kerangka kerja jurnalisme perdamaian terstruktur menawarkan kontra-narasi yang efektif untuk de-eskalasi. Platform media bergeser dari saluran informasi pasif menjadi ruang interaktif untuk dialog lintas faksi yang memanusiakan kelompok musuh. Studi ini menyimpulkan bahwa di era digital, mitigasi polarisasi sosial membutuhkan pergeseran struktural menuju jurnalisme perdamaian partisipatif yang terintegrasi dengan literasi media publik sistemik</p> 2026-05-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/mekas/article/view/220 EVOLUSI POLA KOMUNIKASI MASSA DI ERA ALGORITMA: PERSONALISASI BERITA DAN TRANSFORMASI KONSUMSI INFORMASI 2026-07-21T12:04:52+07:00 Rizky Pratma pratmarizky@ukt.ac.id Febriani Sari Sari@gmail.com <p>Transformasi digital mengubah mekanisme gatekeeping dalam komunikasi massa melalui sistem rekomendasi yang mempersonalisasi informasi berdasarkan perilaku dan preferensi pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara akurasi personalisasi AI, transparansi algoritma, diversitas informasi, perubahan pola konsumsi berita, dan pembentukan opini publik. Penelitian menggunakan mixed-method explanatory sequential dengan komponen kuantitatif berbasis SEM-PLS dan komponen kualitatif melalui observasi serta wawancara semi-terstruktur. Data kuantitatif berasal dari 420 responden yang dipilih secara purposif. Hasil yang tersedia menunjukkan nilai R² sebesar 0,418 untuk diversitas informasi, 0,674 untuk perubahan pola konsumsi berita, dan 0,596 untuk pembentukan opini publik; seluruh nilai Q² yang dilaporkan lebih besar dari nol. Ukuran efek f² yang tersedia adalah 0,381 pada jalur akurasi personalisasi AI–perubahan pola konsumsi, 0,229 pada transparansi algoritma–perubahan pola konsumsi, 0,318 pada akurasi personalisasi AI–diversitas informasi, 0,287 pada diversitas informasi–perubahan pola konsumsi, dan 0,463 pada perubahan pola konsumsi–pembentukan opini publik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa model memiliki daya jelas dan relevansi prediktif pada konstruk endogen yang dilaporkan. Namun, nilai koefisien jalur, t-statistic, p-value, dan indirect effect tidak tersedia dalam naskah sumber sehingga signifikansi individual dan efek mediasi tidak dinyatakan dalam versi revisi. Secara konseptual, penelitian menempatkan AI sebagai bagian dari mekanisme algorithmic gatekeeping dan menegaskan perlunya menyeimbangkan relevansi personalisasi dengan keberagaman informasi.</p> 2026-05-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/mekas/article/view/225 TRANSFORMASI DIGITAL NEWSROOM MEDIA LOKAL DALAM STRATEGI MULTIPLATFORM: STUDI KASUS DI ERA KONVERGENSI MEDIA 2026-08-04T10:25:07+07:00 Adiprasetio Adiprasetio adiprasetio@uei.ac.id Mutmainnah Fitri Fitri2@gmail.com <p>Transformasi digital telah mengubah produksi berita, koordinasi editorial, dan distribusi konten dengan mendorong newsroom menuju lingkungan kerja multiplatform yang semakin terintegrasi. Meskipun penelitian mutakhir telah banyak membahas jurnalisme digital, perubahan berbasis platform, dan adaptasi newsroom, kajian mengenai bagaimana media lokal secara simultan mengubah struktur organisasi, alur kerja editorial, kompetensi jurnalis, dan strategi distribusi masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana newsroom media lokal melakukan transformasi organisasi dan praktik editorial dalam menerapkan strategi multiplatform. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap delapan informan yang mewakili peran strategis, editorial, digital, distribusi, teknis, dan multimedia, serta dilengkapi observasi newsroom dan analisis dokumen organisasi. Data dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis melalui tahap familiarisasi data, pengodean, pengembangan tema, peninjauan, pendefinisian, dan pelaporan, dengan triangulasi dan prosedur refleksivitas untuk memperkuat trustworthiness. Hasil analisis menghasilkan empat tema yang saling berkaitan, yaitu restrukturisasi organisasi newsroom, perubahan workflow editorial menjadi kolaboratif dan multiplatform, perluasan kompetensi jurnalis pada aspek multimedia, literasi data, dan penggunaan AI sebagai alat bantu, serta distribusi multiplatform yang berorientasi pada audiens dan didukung analitik. Temuan menunjukkan bahwa transformasi multiplatform bukan sekadar transisi teknologi, melainkan proses perubahan organisasi yang mempertautkan struktur, workflow, kapasitas sumber daya manusia, dan praktik distribusi. Penelitian ini berkontribusi melalui pengembangan model integratif transformasi newsroom media lokal serta memberikan implikasi praktis bagi pengelola media dalam merancang transformasi digital yang adaptif, berkelanjutan, dan tetap berlandaskan nilai jurnalistik.</p> 2026-05-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)