https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/mekas/issue/feed Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) 2026-03-18T18:57:32+07:00 Fricles Ariwisanto Sianturi jurnalmekas@gmail.com Open Journal Systems <p align="justify"><strong>Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)</strong> adalah jurnal ilmiah peer-review yang diterbitkan oleh PT. Lembaga Dongan Dosen yang bergerak dibidang Publikasi, Penerbit Buku. <strong>Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)</strong> adalah jurnal interdisipliner yang, meskipun berpusat pada komunikasi, terbuka dan menyambut kontribusi dari berbagai disiplin ilmu dan pendekatan yang bertemu di persimpangan studi komunikasi.</p> <p align="justify"><strong>Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)</strong> terdiri dari versi online, diterbitkan dua kali setahun pada akhir Oktober dan April tahun berjalan. Sebagai terbitan berkala ilmiah, jurnal ini tunduk pada ketentuan standar peer review yang dilakukan oleh Sarjana Komunikasi dari berbagai universitas. Semua naskah yang dikirimkan akan melalui tinjauan sejawat dan tinjauan editorial secara double-blind sebelum diberikan penerimaan untuk diterbitkan. <strong>Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)</strong> telah menggunakan Sistem Jurnal Terbuka yang mewajibkan seluruh penulis untuk mendaftar terlebih dahulu sebelum diperbolehkan mengunggah naskah yang mereka tulis secara online. Setelah itu, editor, peer reviewer, dan penulis dapat memantau pemrosesan naskah. <strong>Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)</strong><strong> </strong>menerbitkan makalah terpilih di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution NonCommercial ShareAlike 4.0</p> https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/mekas/article/view/79 ANALISIS REPRESENTASI GENDER DALAM IKLAN DIGITAL UMKM DI PLATFORM MEDIA SOSIAL 2026-03-18T18:57:32+07:00 Putri Lestari Lestari lestariputri@gmail.com Pratama Putra pratma_putra@stie.ac.ic <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gender dalam iklan digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dipublikasikan melalui platform media sosial. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana peran, citra, dan stereotip gender ditampilkan dalam konten visual maupun naratif iklan digital UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap sejumlah iklan digital UMKM yang diunggah pada platform media sosial populer. Data dianalisis dengan mengidentifikasi pola representasi gender, pembagian peran, serta penggunaan simbol dan bahasa yang berkaitan dengan maskulinitas dan femininitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan digital UMKM masih cenderung mereproduksi stereotip gender tradisional, seperti penggambaran perempuan dalam peran domestik dan estetis, sementara laki-laki lebih sering ditampilkan sebagai figur profesional, pemimpin, atau pengambil keputusan. Namun demikian, ditemukan pula upaya sebagian UMKM dalam menghadirkan representasi gender yang lebih setara dan inklusif. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun media sosial memberikan ruang kreatif yang luas, kesadaran terhadap representasi gender yang adil dalam iklan digital UMKM masih perlu ditingkatkan agar tidak memperkuat bias dan ketimpangan gender dalam masyarakat.</p> 2025-11-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/mekas/article/view/80 Model Komunikasi Visual untuk Edukasi Literasi Digital di Kalangan Remaja Sekolah Menengah 2026-03-18T18:57:26+07:00 Rahamat Setiawan Setiawan setiawan@usm.ac.id Siti Ferdiansyah Ferdiansyah ferdiansya@usm.ac.id Fricles A. Sianturi sianturifricles@utnd.ac.id <p class="07AbstrakID"><span lang="EN-US">Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengkaji model komunikasi visual yang efektif dalam meningkatkan edukasi literasi digital di kalangan remaja sekolah menengah. Literasi digital menjadi kompetensi penting bagi remaja dalam menghadapi arus informasi, media sosial, serta potensi risiko digital seperti hoaks, perundungan siber, dan penyalahgunaan data pribadi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, observasi, serta wawancara dengan pendidik dan peserta didik. Selain itu, dilakukan perancangan media komunikasi visual edukatif yang diuji coba secara terbatas di lingkungan sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan elemen visual yang komunikatif, seperti ilustrasi, infografik, tipografi yang sederhana, serta narasi visual yang kontekstual dengan kehidupan remaja, mampu meningkatkan pemahaman dan ketertarikan siswa terhadap materi literasi digital. Model komunikasi visual yang dikembangkan juga mendorong sikap kritis dan kesadaran etis remaja dalam menggunakan media digital. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi visual memiliki peran strategis sebagai media edukasi literasi digital yang efektif, menarik, dan relevan bagi remaja sekolah menengah, serta dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran formal maupun nonformal.</span></p> 2025-11-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/mekas/article/view/82 Komunikasi Politik Populisme Digital: Analisis Semiotika Pencitraan Pemimpin Daerah dalam Membangun Kepercayaan Publik di Era Post-Truth 2026-03-18T18:57:20+07:00 Risky_abdillah Abdillah Risky_abdillah@STIK.ac.id <p>Fenomena populisme digital telah mengubah lanskap komunikasi politik, khususnya dalam pencitraan pemimpin daerah di era post-truth yang ditandai oleh dominasi emosi, simbol, dan narasi personal dibandingkan fakta objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi komunikasi politik populis digunakan oleh pemimpin daerah melalui media digital dalam membangun kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika untuk mengkaji tanda, simbol, narasi visual, dan bahasa yang ditampilkan dalam konten komunikasi politik di media sosial. Data penelitian diperoleh dari unggahan media digital resmi pemimpin daerah yang dipilih secara purposif, mencakup teks, gambar, dan video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencitraan pemimpin daerah dalam populisme digital cenderung menekankan kedekatan emosional, kesederhanaan simbolik, serta representasi diri sebagai figur yang “merakyat” dan anti-elit. Penggunaan simbol budaya lokal, narasi personal, dan visualisasi aktivitas sehari-hari berperan penting dalam membangun persepsi autentisitas dan kepercayaan publik. Namun, temuan juga mengindikasikan bahwa strategi tersebut berpotensi mengaburkan batas antara informasi dan opini, sehingga memperkuat karakter post-truth dalam komunikasi politik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa populisme digital merupakan strategi komunikasi yang efektif dalam membangun kepercayaan publik secara simbolik dan emosional, tetapi sekaligus mengandung risiko manipulasi makna dan penyederhanaan realitas politik di ruang digital.</p> 2025-11-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/mekas/article/view/83 Eskalasi Konflik Agraria di Ruang Digital: Analisis Bingkai (Framing) Media terhadap Sengketa Lahan Proyek Strategis Nasional 2026-03-18T18:57:14+07:00 Pahala Silaban Silaban pahalasilaban@utjm.ac.id <p>Eskalasi konflik agraria di Indonesia semakin memperoleh perhatian publik seiring dengan masifnya pemberitaan media digital, khususnya terkait sengketa lahan yang melibatkan Proyek Strategis Nasional. Media digital tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai arena pembentukan makna melalui proses pembingkaian (framing) yang memengaruhi persepsi publik terhadap konflik agraria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media digital membingkai konflik agraria dalam sengketa lahan Proyek Strategis Nasional serta implikasinya terhadap eskalasi konflik di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing terhadap berita-berita media daring yang dipilih secara purposif. Analisis difokuskan pada pemilihan isu, penonjolan aktor, penafsiran sebab konflik, serta rekomendasi penyelesaian yang ditampilkan dalam teks berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media cenderung membingkai konflik agraria melalui narasi pertentangan antara kepentingan pembangunan negara dan hak masyarakat lokal, dengan penekanan pada aspek konflik, ketegangan, dan kontroversi. Pembingkaian tersebut berkontribusi pada intensifikasi diskursus konflik di ruang digital dan memperkuat polarisasi opini publik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa framing media memiliki peran signifikan dalam membentuk eskalasi konflik agraria di ruang digital, sehingga diperlukan praktik jurnalisme yang lebih sensitif terhadap konteks sosial dan keadilan agraria dalam peliputan Proyek Strategis Nasional.</p> 2025-11-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS) https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/mekas/article/view/84 Strategi Komunikasi Multibahasa dalam Media Promosi Produk Lokal di Wilayah Multikultural 2026-03-18T18:57:07+07:00 Haris Munandar munandarhari@umd.ac.id Santoso Rizky santoso_rizky@gmail.com <p class="07AbstrakID">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi multibahasa yang digunakan dalam media promosi produk lokal di wilayah multikultural serta dampaknya terhadap efektivitas promosi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis konten media promosi, wawancara mendalam dengan pelaku usaha lokal, dan observasi terhadap respon audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lebih dari satu bahasa—bahasa nasional, bahasa daerah, dan bahasa internasional—mampu meningkatkan daya tarik promosi, memperluas jangkauan audiens, serta membangun kedekatan emosional dan kepercayaan konsumen. Selain itu, pemilihan bahasa yang disesuaikan dengan konteks budaya lokal terbukti memperkuat identitas produk dan meningkatkan pemahaman pesan promosi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi multibahasa yang dirancang secara kontekstual dan sensitif terhadap keberagaman budaya merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektivitas media promosi produk lokal di wilayah multikultural.</p> 2025-11-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Media dan Komunikasi (MEKAS)