https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/issue/feedJurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan 2026-08-18T14:25:11+07:00Roy Lamrun Sianturijurnalkolaborasisains@gmail.comOpen Journal SystemsJurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan (JuKSIT)https://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/257Pendampingan Legalitas Usaha Melalui Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal bagi UMKM di Kabupaten Blora2026-08-08T08:57:56+07:00Novita Yuliananovita.yuliana@umk.ac.idRizka Fatkhin Nisarizka.fatkhin@umk.ac.idDwi Puji Ratnawatidwi.puji@umk.ac.idKeke Tamara Fahirakeke.tamara@umk.ac.id<p>Legalitas usaha merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, masih banyak pelaku UMKM di Kabupaten Blora yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal akibat rendahnya literasi digital, keterbatasan pemahaman administratif, serta minimnya pendampingan teknis. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan pemerintah terkait legalitas usaha dan kemampuan UMKM dalam mengimplementasikannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pendampingan legalitas usaha melalui pembuatan NIB dan sertifikasi halal bagi UMKM di Kabupaten Blora. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan pelaku UMKM secara aktif dalam tahapan sosialisasi, pendampingan pendaftaran NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS), pendampingan sertifikasi halal melalui skema <em>self declare</em> pada sistem SIHalal, serta monitoring dan evaluasi. Objek penelitian adalah pelaku UMKM di Kabupaten Blora yang mengikuti program pendampingan legalitas usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan mampu meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya legalitas usaha, dengan tingkat keberhasilan penerbitan NIB mencapai 100% dan keberhasilan sertifikasi halal mencapai 83,33% pada program pendampingan yang dilaksanakan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan model pendampingan partisipatif yang mengintegrasikan aspek edukasi, pendampingan teknis, dan kolaborasi multipihak untuk mempercepat kepemilikan legalitas usaha. Dengan demikian, pendampingan legalitas usaha terbukti efektif dalam memperkuat daya saing, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta mendukung keberlanjutan UMKM di Kabupaten Blora.</p>2026-08-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Novita Yuliana, Rizka Fatkhin Nisa, Dwi Puji Ratnawati, Keke Tamara Fahirahttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/158Analisis Kepadatan Vektor Lalat dan Kondisi Sanitasi Lingkungan Di Sekitar Tps Deli Tua2026-06-22T12:46:49+07:00Wiwin Arianiwiwinariani346@gmail.comMeutia Nandameutianandaumi@gmail.comAyu Maulidiamaulidyaayu151@gmail.comDevi Helma Fitri Hasibuandevihelmafitrihasibuan.2004@gmail.comMuhassibimuhassibi034@gmail.com<p>Kepadatan lalat merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian kualitas sanitasi lingkungan dan pengendalian vektor penyakit berbasis lingkungan. Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dengan kondisi sanitasi yang kurang memadai berpotensi menjadi habitat perkembangbiakan lalat yang berperan sebagai vektor mekanis berbagai penyakit, terutama diare, disentri, dan demam tifoid. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepadatan vektor lalat dan kondisi sanitasi lingkungan di sekitar TPS Deli Tua. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan survei lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan visual menggunakan papan pengamatan pada tiga titik lokasi dengan sepuluh kali pengulangan serta observasi kondisi sanitasi menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata indeks kepadatan lalat tertinggi ditemukan pada area utama penumpukan sampah sebesar 20,4 ekor (kategori sangat padat), diikuti area sampah campuran sebesar 11,8 ekor (kategori padat), dan area pinggiran TPS sebesar 5,4 ekor (kategori sedang). Tingginya kepadatan lalat berkaitan dengan penerapan sistem open dumping, dominasi sampah organik yang membusuk, serta terbatasnya fasilitas penampungan tertutup. Berdasarkan hasil tersebut, pengendalian lalat di TPS Deli Tua perlu diprioritaskan melalui penyediaan kontainer tertutup, peningkatan frekuensi pengangkutan sampah organik, dan penerapan sistem pengelolaan sampah yang sesuai standar sanitasi guna menurunkan kepadatan lalat pada area dengan kategori padat dan sangat padat.</p>2026-08-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Wiwin Ariani, Meutia Nanda, Ayu Maulidia, Devi Helma Fitri Hasibuan, Muhassibihttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/178Pengembangan Media Pembelajaran Flashcard Huruf Berbasis Augmented Reality Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Baca Tulis Siswa Kelas I SD2026-06-29T12:59:39+07:00Dina Fitriadinafitria297@gmail.comAlfi Lailaalfilaila@unp.ac.idReni Nur Habibahrenihabibah606@gmail.comPutri Yessa Rahmawatiyessaputri344@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran flashcard huruf berbasis Augmented Reality untuk meningkatkan kemampuan literasi baca tulis siswa kelas I SDN Joho 5. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, serta pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran flashcard berbasis Augmented Reality mampu meningkatkan motivasi dan kemampuan literasi baca tulis siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 51,88 pada pretest menjadi 90,00 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05) yang menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, dengan nilai N-Gain sebesar 0,87 yang termasuk kategori tinggi. Siswa terlihat lebih aktif, antusias, dan mudah mengenali huruf serta membaca kata sederhana selama proses pembelajaran berlangsung. Media pembelajaran juga memperoleh respon positif dari guru dan siswa karena dinilai menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Augmented Reality layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran literasi baca tulis di sekolah dasar..</p>2026-08-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dina Fitria, Alfi Laila, Reni Nur Habibah, Putri Yessa Rahmawatihttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/189Penerapan Algoritma Naive Bayes Untuk Klasifikasi Kesiapan Administrasi pada KUA Kecamatan Kapuas Barat2026-07-04T12:45:44+07:00rahma meinarahma_meina_2255201110015@umbjm.ac.idFinki Dona Marlenyfinkidona@umbjm.ac.idWindarsyah Windarsyahwindarsyah@umbjm.ac.id<p>Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan instansi pemerintah yang bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan pencatatan serta pengelolaan administrasi pernikahan bagi masyarakat Muslim sesuai ketentuan yang berlaku. Pengelolaan data yang masih manual menyebabkan kesulitan dalam memverifikasi kesiapan administrasi calon pengantin secara cepat dan akurat. Penelitian terdahulu masih terbatas pada dataset kecil, kriteria tunggal berbasis usia, dan tanpa <em>cross-validation</em>, sehingga belum tersedia model klasifikasi kesiapan administrasi pernikahan yang komprehensif dan andal. Penelitian ini menerapkan algoritma Naive Bayes untuk mengklasifikasikan kesiapan administrasi pernikahan berdasarkan kombinasi usia, pendidikan, dan status pernikahan pada KUA Kecamatan Kapuas Barat, dengan memanfaatkan 1.010 <em>record </em>data periode 2021–2025 yang dipisahkan menjadi 70% data pelatihan dan 30% data pengujian, diimplementasikan melalui Python dan <em>scikit-learn</em>. Evaluasi dengan <em>Confusion Matrix</em> menghasilkan akurasi 92,67%, presisi 93,33%, <em>recall</em> 98,44%, dan <em>F1-Score</em> 95,82%, sementara <em>K-Fold Cross Validation</em> (k=10) menghasilkan rata-rata akurasi 90,10% dengan standar deviasi 2,77%. Hasil ini membuktikan bahwa Naive Bayes efektif untuk klasifikasi kesiapan administrasi pernikahan dengan akurasi melampaui penelitian sebelumnya (84%), serta berkontribusi sebagai model pendukung keputusan berbasis data mining bagi petugas KUA dalam verifikasi administrasi yang lebih cepat, konsisten, dan akurat.</p>2026-08-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 rahma meina, Finki Dona Marleny, Windarsyah Windarsyahhttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/190Analisis Spasial Epidemiologi dan EntomologiLingkungan terhadap Pola Penyebaran Malaria di Wilayah FokusEliminasi Kabupaten Supiori2026-07-04T20:03:33+07:00REGINA RUMBIAKyabansay@gmail.comHasmi Hasmirumbiakregina16@gmail.comAgus Zainurirumbiakregina16@gmail.comDolfinus Yufu Bouwayrumbiakregina16@gmail.comArius Togodlyrumbiakregina16@gmail.comMuhammad Akbar Nurdinrumbiakregina16@gmail.com<p>Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis Papua, termasuk Kabupaten Supiori sebagai wilayah eliminasi berbasis fokus. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola penyebaran malaria berdasarkan distribusi kasus, jenis Plasmodium, tren kasus, habitat perkembangbiakan, dan kepadatan vektor. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan epidemiologi-entomologi lingkungan. Data sekunder diperoleh dari laporan e-SISMAL tahun 2025, sedangkan data primer dikumpulkan melalui observasi habitat jentik dan penangkapan nyamuk di Syurdori dan Waryesi pada April–Mei 2026. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase, grafik tren, indeks habitat jentik, dan kepadatan relatif vektor. Hasil penelitian menunjukkan 663 kasus malaria tahun 2025, lebih banyak pada laki-laki sebanyak 426 kasus (64,25%). Spesies Plasmodium didominasi Plasmodium vivax sebanyak 515 kasus, sedangkan Plasmodium falciparum sebanyak 148 kasus. Kasus tertinggi terdapat di Kepulauan Aruri sebanyak 254 kasus (38,31%) dan Supiori Timur sebanyak 243 kasus (36,65%). Pada Distrik Supiori Timur, kasus tertinggi ditemukan di Syurdori sebanyak 59 kasus dan Waryesi sebanyak 57 kasus. Tren Januari–Mei 2026 menunjukkan variasi kasus bulanan. Observasi lapangan menemukan habitat lagun, genangan, kali, sungai, dan mata air, dengan indeks habitat jentik 75 di Waryesi dan 60 di Syurdori. Identifikasi vektor menemukan 130 ekor Anopheles, didominasi Anopheles farauti sebanyak 88 ekor (67,69%), outdoor. Penelitian ini menyimpulkan penyebaran malaria tidak merata dan terkonsentrasi pada wilayah dengan kasus tinggi, habitat jentik aktif, serta dominasi vektor outdoor. Temuan ini berkontribusi sebagai dasar pemetaan wilayah fokus, penguatan surveilans, dan prioritas intervensi eliminasi malaria berbasis lingkungan</p>2026-08-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 REGINA RUMBIAK, Hasmi Hasmi, Agus Zainuri, Dolfinus Yufu Bouway, Arius Togodly, Muhammad Akbar Nurdinhttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/221Analisis Hubungan Dimensi Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien: Studi Potong Lintang di RSUD Dekai, Yahukimo, Papua2026-07-24T13:35:40+07:00Junita Mangiwajunita84.mangiwa@gmail.comSarce Makabayabansay@gmail.comSeptevanus Rantetoding1junita84.mangiwa@gmail.comYulius Sarungu Paitingyabansay@gmail.comAgus Zainuri1junita84.mangiwa@gmail.comHasmi Hasmiyabansay@gmail.com<p>Mutu pelayanan mencerminkan kualitas proses sekaligus pengalaman pasien selama menerima layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lima dimensi Service Quality (SERVQUAL) dengan kepuasan pasien serta mengidentifikasi dimensi yang menunjukkan asosiasi terkuat di RSUD Dekai, Kabupaten Yahukimo. Penelitian menggunakan desain potong lintang pada 100 pasien rawat jalan dan rawat inap yang dipilih melalui accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SERVQUAL dan kepuasan pasien. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan ukuran Prevalence Ratio (RP), sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda dengan adjusted Odds Ratio (aOR). Sebanyak 73,0% responden menyatakan puas. Bukti fisik berhubungan dengan kepuasan pasien (p=0,005; RP=1,478), demikian pula keandalan (p=0,004; RP=1,518), daya tanggap (p<0,001; RP=2,375), dan empati (p=0,002; RP=1,558). Jaminan belum menunjukkan hubungan bermakna (p=0,110). Model akhir mempertahankan daya tanggap (aOR=63,882; 95% CI: 11,097–367,732) dan empati (aOR=13,531; 95% CI: 2,716–67,408). Daya tanggap menunjukkan asosiasi paling kuat dalam model akhir. Namun, interval kepercayaan yang lebar menunjukkan estimasi yang belum presisi. Temuan ini mendukung prioritas peningkatan kecepatan respons, kejelasan informasi, komunikasi, dan perhatian individual di RSUD Dekai</p>2026-08-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Junita Mangiwa, Sarce Makaba, Septevanus Rantetoding, Yulius Sarungu Paiting, Agus Zainuri, Hasmi Hasmihttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/223Investigasi Numerik Efek Temperatur Operasi dan Kecepatan Aliran Uap terhadap Performa Termal Mesin Retort Makanan2026-07-24T13:38:45+07:00Amrijal Anshoriamrijalanshori@gmail.comHisyam Ma'munhisyammamun@upgris.ac.idMuhamad Safi'imuhamadsafii@upgris.ac.id<p>Proses sterilisasi pangan menggunakan mesin <em>retort</em> berperan penting dalam menjaga keamanan dan memperpanjang masa simpan produk, namun ketidakseragaman distribusi panas dan pengaruh parameter operasi menjadi aspek yang perlu dikaji guna untuk menemukan standar operasi yang ideal. Investigasi numerik efek temperatur operasi dan kecepatan aliran uap terhadap performa termal serta hidrodinamika mesin <em>retort</em> makanan menggunakan metode <em>Computational Fluid Dynamics</em> (CFD) di usulkan dalam riset ini. Variasi temperatur ditentukan sebesar 115°C, 117°C, 119°C, 121°C, dan 123°C serta kecepatan aliran uap 2–10 m/s yang dilakukan dalam keadaan <em>steady </em>dengan mengusulkan<em> k-ε Realizable </em>sebagai model<em> viscous</em>. Hasilnya, peningkatan temperatur operasi menyebabkan kenaikan temperatur permukaan, <em>pressure drop</em>, dan koefisien perpindahan panas. Nilai koefisien perpindahan panas meningkat dari 5,88–5,99 W/m².°C pada 115°C menjadi 6,67–6,74 W/m².°C pada 123°C. Dengan demikian, hasil investigasi numerik ini dapat digunakan sebagai pertimbangan awal dalam mengevaluasi desain dan kondisi operasi mesin <em>retort</em>, khususnya yang berkaitan dengan perpindahan panas dan distribusi temperatur. Namun, penerapannya untuk menilai efektivitas sterilisasi pangan masih memerlukan pengujian lanjutan yang mencakup temperatur produk, nilai sterilitas F₀, waktu proses, dan tingkat inaktivasi mikroorganisme.</p>2026-08-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Amrijal Anshori, Hisyam Ma'mun, Muhamad Safi'ihttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/222Investigasi Retak Dinding pada Jembatan Tipe Post Tensioned Prestressed Concrete Box Girder di Indonesia2026-07-24T13:41:46+07:00Kohar Yudoprasetyokohar.yudo@its.ac.idAndi Candra Irawan3035221001@student.its.ac.idMohammad Sigit Darmawanm_sigit_d@its.ac.idNur Ahmad Husinna_husin@its.ac.id<p><em>Post-tensioned prestressed concrete segmental box girder</em> banyak digunakan pada jembatan bentang panjang karena efisiensi struktural dan kemudahan konstruksinya. Namun, keretakan pada <em>web</em> dapat menurunkan kinerja, durabilitas, dan keandalan struktur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik retak, mengevaluasi mutu material eksisting, menganalisis respons serta kapasitas geser struktur, dan menentukan faktor dominan penyebab keretakan. Metode penelitian mencakup inspeksi visual dan pemetaan retak, pengujian non-destruktif melalui <em>rebound hammer</em>, <em>Ultrasonic Pulse Velocity</em>, dan <em>bar locator</em>, pengujian destruktif melalui <em>core drill</em> dan uji tarik baja, serta pemodelan elemen hingga menggunakan CSI Bridge dengan elemen <em>shell</em>. Model dievaluasi pada kondisi layan dan ultimit, serta mempertimbangkan mutu material aktual, gaya prategang, <em>creep</em>, susut, dan tegangan tambahan pada zona pengangkaran. Hasil menunjukkan retak didominasi pola diagonal dan lentur-geser dengan orientasi 30°–45°, terutama di sekitar blok angkur deviasi tendon. Kuat tekan karakteristik beton aktual sebesar 31,97 MPa lebih rendah daripada mutu rencana 41,50 MPa. Tegangan tarik utama kritis mencapai 2,45 MPa, melampaui batas tarik izin beton sebesar 1,86 MPa. Evaluasi geser menunjukkan beberapa <em>node</em> tidak memenuhi kriteria RSNI T-12:2004, SNI 2847:2019, dan AASHTO. Pengaruh <em>creep</em> dan susut menurunkan angka keamanan sekitar 10–15%. Korelasi spasial menunjukkan bahwa zona tegangan tinggi berimpit dengan sebaran retak yang teridentifikasi selama inspeksi lapangan secara langsung. Keretakan disimpulkan terjadi akibat kombinasi defisit kapasitas geser, konsentrasi tegangan pada blok angkur, kehilangan prategang, dan variasi mutu beton eksisting.</p>2026-08-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Kohar Yudoprasetyo, Andi Candra Irawan, Prof. Sigit, Dr. Husinhttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/227Performance Based Structural Analysis of a Bulk Carrier Pier Using Soil Structure Interaction Modeling2026-07-24T13:47:30+07:00Irwansyah3035221002@student.its.ac.idMohammad Sigit Darmawanm_sigit_d@its.ac.idNur Ahmad Husinna_husin@its.ac.idKohar Yudoprasetyokohar.yudo@its.ac.id<p>Accurate representation of pile-soil interaction is essential for performance-based assessment of pile-supported wharves because lateral resistance, effective fixity, and plastic-hinge development depend strongly on surrounding soil conditions. This study compares a conventional virtual-fixity-point (VFP) idealization with a calibrated soil-structure interaction (SSI) model for a bulk carrier wharf in Gresik, Indonesia. Three models were evaluated: the existing wharf with VFP supports, the same structure with distributed SSI springs, and an optimized SSI model with reduced steel-pipe-pile diameters. The 20 m-wide platform was modeled in SAP2000 under operational, berthing, mooring, environmental, and seismic loads. Lateral springs were derived from LPILE p-y analyses, assigned at 1 m depth intervals, and validated using pile-deflection profiles under a 100 kN lateral load. Linear analysis evaluated demand-capacity ratios and serviceability displacements, while nonlinear pushover analysis used fiber hinges and strain-based criteria. Relative to the VFP model, the SSI model reduced earthquake DCR from 0.648 to 0.548 and seismic displacement from 76.92 to 43.17 mm, while increasing performance-point base shear by 27%. The optimized model reached a DCR of 0.770, and maximum pile strains remained within 19.2–21.0% of the Minimal Damage limit, confirming safer and more efficient structural optimization for comparable pile-supported marine infrastructure in seismic regions</p>2026-08-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Irwansyah, Prof. Sigit, Dr. Husin, Kohar Yudoprasetyohttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/229Pengaruh Kepemimpinan Pemberdayaan, Transformasional, dan Keseimbangan Kehidupan Kerja terhadap Kinerja Pegawai ASN Basarnas Mamuju2026-07-29T21:59:06+07:00Revalindarevalinda923@gmail.comMuhammad Arsyadarsyadstie@gmail.comJ Fuji Inzani SLfujiinzani1@gmail.comAgus Halimagus_halim@unimaju.ac.idRezki Noviantinovisyam85@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan pemberdayaan, kepemimpinan transformasional, dan keseimbangan kehidupan kerja terhadap kinerja pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai ASN Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas B Mamuju yang berjumlah 93 orang dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh, sehingga diperoleh 93 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima jenjang sebagai instrumen utama yang didukung observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, dan analisis koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pemberdayaan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung 2,411 > ttabel 1,987 dan signifikansi 0,018 < 0,05. Kepemimpinan transformasional juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial dengan nilai thitung 2,641 > ttabel 1,987 dan signifikansi 0,010 < 0,05. Keseimbangan kehidupan kerja berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel paling dominan dengan nilai thitung 5,484 > ttabel 1,987, signifikansi 0,000 < 0,05, dan koefisien regresi terbesar sebesar 0,504. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai Fhitung 44,990 > Ftabel 2,71 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,603, yang berarti kontribusi ketiga variabel bebas dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai sebesar 60,3% dan berada pada kategori kuat, sedangkan 39,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian.</p>2026-08-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Agus Halim, Revalinda, Muhammad Arsyad, J Fuji Inzani SL, Rezki Noviantihttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/231Pengembangan Model Pencegahan Malaria Berbasis Intervensi Komunitas Kuasi-Eksperimental di Bonggo, Sarmi, Papua2026-07-29T22:03:44+07:00Trajanus Laurens JembiseJembise@gmail.comElieser Elieseryabansay@gmail.comIzak Yesaya SamaySamay@gmail.comDais IswantoIswanto@gmail.com<p>Latar belakang: Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Bonggo, Kabupaten Sarmi, Papua, karena penularan dipengaruhi perilaku, lingkungan, dan partisipasi komunitas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menilai model pencegahan malaria berbasis komunitas yang memadukan edukasi, pendampingan kader, pengulangan pesan, dan partisipasi masyarakat. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pengukuran pre-test dan post-test pada kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 45 responden. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan Wilcoxon, Mann-Whitney, serta Difference-in-Differences. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik pada kelompok intervensi, serta penurunan skor risiko lingkungan. Nilai Difference-in-Differences masing-masing sebesar 16,56 pada pengetahuan, 11,67 pada sikap, 9,91 pada praktik, dan -3,33 pada lingkungan, dengan seluruh perbedaan bermakna secara statistik (p < 0,001). Model ini berimplikasi praktis bagi Puskesmas, kader kesehatan, dan pemerintah kampung sebagai dasar edukasi, pendampingan, dan penggerakan masyarakat dalam pencegahan malaria. Kebaruan penelitian terletak pada model lokal Bonggo yang menggabungkan edukasi, pendampingan kader, dan aksi kolektif lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model berbasis komunitas dapat memperkuat pencegahan malaria secara bertahap melalui perubahan pengetahuan, perilaku, dan risiko lingkungan.</p>2026-08-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Trajanus Laurens Jembise, Elieser Elieser, Izak Yesaya Samay, Dais Iswantohttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/241Pengembangan Kawasan Sport Center Berstandar Tipe Berbasis Analisis Tapak dan Kebutuhan Ruang di Kabupaten Bulukumba 2026-08-01T11:53:45+07:00A.Aisyah Muzayyanaha.aisyahmuzayyanah@gmail.comPratiwi Juniarpratiwijuniar.achmadgani@umi.ac.idAditya Yudistiraadithya.yudistira@umi.ac.id<p>Kabupaten Bulukumba memiliki potensi pengembangan sektor olahraga yang ditunjukkan oleh meningkatnya aktivitas olahraga, jumlah atlet, serta penyelenggaraan berbagai kompetisi tingkat daerah hingga provinsi. Namun, ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang memenuhi standar masih terbatas, sementara kajian mengenai perencanaan kawasan <strong>Sport Center</strong> yang mengintegrasikan analisis karakteristik tapak dengan kebutuhan ruang berdasarkan standar Gelanggang Olahraga Tipe B masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menyusun konsep pengembangan kawasan <strong>Sport Center Berstandar Tipe B</strong> melalui pendekatan analisis tapak dan kebutuhan ruang di Kabupaten Bulukumba. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi lapangan, studi literatur, dan analisis tapak yang meliputi aksesibilitas, orientasi matahari, arah angin, kebisingan, potensi pandangan (<em>view</em>), serta zonasi kawasan, yang dipadukan dengan analisis kebutuhan ruang berdasarkan aktivitas pengguna dan standar Gelanggang Olahraga Tipe B. Hasil penelitian menghasilkan konsep kawasan sport center terpadu yang terdiri atas zonasi fungsi olahraga utama, fasilitas penunjang, ruang terbuka, area parkir, serta sistem sirkulasi yang terintegrasi dengan kondisi tapak. Konsep tersebut menunjukkan bahwa lokasi perencanaan memiliki tingkat kesesuaian yang baik untuk pengembangan kawasan olahraga berstandar Tipe B dan mampu mendukung penyelenggaraan kegiatan olahraga, pembinaan atlet, serta penyediaan ruang publik olahraga secara berkelanjutan. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi berupa model konseptual pengembangan <strong>Sport Center Berstandar Tipe B</strong> yang dapat dijadikan acuan dalam perencanaan infrastruktur olahraga pada tingkat kabupaten dengan karakteristik wilayah yang sejenis</p>2026-08-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 A.Aisyah Muzayyanah, Pratiwi Juniar, Aditya Yudistirahttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/234Identifikasi Pemborosan untuk Meningkatkan Efisiensi Proses Pengadaan Barang dan Jasa Menggunakan Metode Value Stream Mapping di PT Xyz2026-08-04T11:39:17+07:00Yoshua Ardy Putrayoshua.ardyputra@bisnis.pnj.ac.idEmmanuella Sipayungemmanuella.sipayung.an22@mhsw.pnj.ac.idRatri Kurniasariratri.kurniasari@bisnis.pnj.ac.id<p>PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan jasa dan industri yang memiliki unit pengadaan barang dan jasa untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional perusahaan. Penelitian terdahulu membuktikan bahwa Value Stream Mapping (VSM) dapat mengidentifikasi pemborosan pada sektor manufaktur secara efektif, tetapi penerapan pada sektor jasa yang didominasi administratif masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemborosan yang menyebabkan keterlambatan proses pengadaan serta Menyusun usulan perbaikan menggunakan pendekatan Value Stream Mapping. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi, wawancara, dan kuesioner terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses pengadaan. Analisis dilakukan melalui penyusunan <em>Current State Mapping</em>, identifikasi aktivitas menggunakan <em>Process Activity Mapping </em>(PAM), analisis akar penyebab menggunakan <em>Fishbone Diagram</em>, penyusunan usulan perbaikan dengan metode 5W+1H, dan penyusunan <em>Future State Mapping</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi aktual proses pengadaan memiliki <em>lead time</em> sebesar 35.640 menit dengan <em>Process Cycle Efficiency</em> (PCE) sebesar 24%. Pemborosan yang paling dominan adalah <em>waiting</em> (45%) dan <em>overprocessing</em> (29%). Usulan perbaikan berupa penerapan sistem <em>e-procurement</em>, penetapan <em>Service Level Agreement</em> (SLA), peningkatan kompetensi karyawan melalui pelatihan, dan penggunaan <em>checklist</em> dokumen diproyeksikan mampu menurunkan <em>lead time</em> menjadi 23.760 menit dan meningkatkan <em>Process Cycle Efficiency</em> (PCE) menjadi 37%. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka identifikasi pemborosan pada proses procurement berbasis Value Stream Mapping yang mengintegrasikan Process Activity Mapping, Fishbone Diagram, dan Future State Mapping sehingga dapat menjadi acuan peningkatan efisiensi proses pengadaan pada perusahaan jasa.</p>2026-08-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yoshua Ardy Putra, Emmanuella Sipayung, Ratri Kurniasarihttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/240Tinjauan Hukum Administrasi Negara Berdasarkan Inpres 9/2025 Tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih2026-08-01T12:01:28+07:00setyo utomosetyoutomo69@gmail.comSiswadisiswadi@upb.ac.idAleksander Sebayangaleksandersebayang@upb.ac.id<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan tata kelola administrasi pemerintahan dalam pelaksanaan kebijakan nasional yang melibatkan koordinasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemerintah desa. Fokus penelitian diarahkan pada analisis kedudukan Instruksi Presiden dalam sistem hukum nasional, kewenangan Presiden dalam pembentukan kebijakan administrasi negara, serta kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Hukum Administrasi Negara dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB). Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif-analitis melalui kajian kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menafsirkan ketentuan peraturan-undangan, doktrin hukum administrasi negara, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 bukan merupakan peraturan-undangan yang membentuk norma hukum baru, melainkan instrumen kebijakan administrasi yang bersifat mengikat secara internal bagi aparatur pemerintahan sebagai sarana koordinasi pelaksanaan kebijakan nasional. Kewenangan Presiden dalam menerbitkan Instruksi Presiden tersebut bersumber dari atribusi konstitusional berdasarkan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan digunakan untuk mengintegrasikan pelaksanaan tugas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah dalam percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Penelitian juga menemukan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan sangat dipengaruhi oleh efektivitas koordinasi antarlembaga, pemenuhannya administrasi, ketersediaan sumber daya, dukungan pendanaan, serta mekanisme pengawasan dan evaluasi yang berorientasi pada prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, dan partisipasi publik. Oleh karena itu, penguatan tata kelola kolaboratif (collaborative governance) dan penerapan prinsip good governance menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan keberhasilan implementasi kebijakan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara berkelanjutan.</span></span></span></span></p>2026-08-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 setyo utomo, Siswadi, Aleksander Sebayanghttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/243Strategi Strategi Koperasi Desa Merah Putih Parit Keladi Dalam Upaya Pengembangan Sektor Usaha Pertanian Di Desa Parit Keladi2026-08-01T12:06:20+07:00Klara Dawiklaradawiupbptk@gmail.comSri Widartisri.widarti@upb.ac.idMaulana Filani Rizalmaulanafilanirizal@upb.ac.id<p>Penelitian menganalisis strategi Koperasi Desa Merah Putih Parit Keladi dalam mengembangkan sektor usaha pertanian di Desa Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 7 (tujuh) responden yang terdiri dari pengurus koperasi, perangkat desa, perwakilan dinas pertanian, dan petani anggota. Analisis data dilakukan menggunakan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis Koperasi Desa Merah Putih Parit Keladi berada pada Kuadran I, yang berarti koperasi memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang kuat untuk dikembangkan. Faktor kekuatan utama meliputi potensi lahan pertanian seluas 504 Ha, dukungan regulasi dan Dana Desa, serta ketersediaan sumber daya air yang melimpah, sedangkan faktor kelemahan utama adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia pengurus dan koperasi yang baru berdiri. Berdasarkan analisis SWOT, penelitian ini merumuskan 7 (tujuh) strategi prioritas yang harus dijalankan koperasi, yaitu: (1) pembentukan tim manajemen profesional dan pelatihan SDM, (2) fokus pada unit usaha produktif pertanian bukan simpan pinjam, (3) optimalisasi lahan dan varietas unggul untuk pasar nasional, (4) pendirian pusat distribusi sarana produksi pertanian, (5) diversifikasi usaha melalui program Mina Padi dan hortikultura, (6) implementasi <em>digital farming</em>, dan (7) program asuransi tani serta dana cadangan risiko. Selain itu, penelitian juga merumuskan strategi dari aspek hukum yang mencakup pemenuhan legalitas formal koperasi, harmonisasi dengan BUMDes, pengelolaan dana desa yang akuntabel, kepatuhan terhadap regulasi pupuk bersubsidi, serta penerapan tata kelola yang baik (<em>Good Governance</em>) untuk mencegah risiko korupsi dan penyimpangan</p>2026-08-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Klara Dawi, Sri Widarti, Maulana Filani Rizalhttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/247Implementasi Content-Based Filtering, TF-IDF, dan Cosine Similarity pada Sistem Rekomendasi Artikel Berita Media Jelajah Nusantara2026-08-05T12:06:16+07:00Ikmaliyah Putri411221100@mahasiswa.undira.ac.idWawan Kurniawanwawan.kurniawan@undira.ac.id<p>Portal berita digital saat ini menghadapi tantangan dalam menyajikan artikel yang sesuai dengan minat pengguna, seiring bertambahnya jumlah artikel yang terbit setiap harinya. Sebagian besar portal berita masih menampilkan artikel berdasarkan tingkat popularitas atau urutan waktu publikasi, sehingga rekomendasi yang dihasilkan belum mencerminkan preferensi individual masing-masing pembaca. Penelitian ini bertujuan membangun sistem rekomendasi artikel berita pada portal Media Jelajah Nusantara melalui penerapan metode <em>Content-Based Filtering</em> yang dipadukan pembobotan <em>Term Frequency-Inverse Document Frequency</em> (TF-IDF) dan perhitungan <em>Cosine Similarity</em>. Analisis kebutuhan sistem ditempuh menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Profil minat pengguna disusun berdasarkan riwayat interaksi terhadap artikel, kemudian dijadikan acuan dalam menghasilkan rekomendasi berdasarkan tingkat kemiripan antara profil pengguna dan konten artikel. Performa sistem diukur menggunakan metrik <em>Precision</em>@10, <em>Recall</em>@10, F1-Score, <em>Mean Average Precision </em>(MAP), dan <em>Normalized Discounted Cumulative Gain</em> (NDCG@10). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa <em>Content-Based Filtering</em> memperoleh <em>Precision</em>@10 sebesar 0,1250, <em>Recall</em>@10 sebesar 0,0286, F1-Score sebesar 0,0462, MAP sebesar 0,0151, dan NDCG@10 sebesar 0,1373, sementara metode Popularitas (<em>Baseline</em>) memperoleh nilai yang lebih tinggi pada seluruh metrik dalam dataset dan skenario pengujian yang digunakan, sehingga hasil ini perlu dipandang sebagai temuan empiris pada konteks pengujian tersebut, bukan sebagai bukti keunggulan mutlak salah satu metode. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi pembentukan profil minat dari data operasional Media Jelajah Nusantara, mekanisme rekomendasi berbasis konten, serta evaluasi komparatif terhadap metode Popularitas dalam satu aplikasi yang sama. Temuan ini menegaskan bahwa <em>Content-Based Filtering</em> dapat diterapkan untuk menghasilkan rekomendasi personal berdasarkan profil minat pengguna, meskipun performa evaluasinya tetap dipengaruhi oleh karakteristik data serta mekanisme pembentukan profil yang digunakan.</p>2026-08-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ikmaliyah Putri, Wawan Kurniawanhttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/252Optimasi Jumlah dan Sudut Blade Terhadap Perfoma Turbin Vortex Ultra Low-Head Berbasis Cfd2026-08-06T08:02:15+07:00galang yuliawangalangyuliawan11@gmail.comMuhamad safi'imuhamadsafi'i@upgris.ac.idHisyam Ma’munhisyam@upgris.ac.id<p>Ketergantungan berlebihan pada bahan bakar fosil telah mendorong pengembangan teknologi energi terbarukan skala kecil, salah satunya turbin <em>vortex ultra-low head</em> yang mampu memanfaatkan situs aliran air tanpa bendungan (<em>dam-less</em>). Studi numerik untuk mengetahui perfoma trubin <em>vortex</em> <em>ultra low head</em> menarik untuk dikaji lebih dalam. Kaji numerik efek variasi jumlah <em>blade</em> (4, 6, dan 8) dan sudut kemiringan <em>blade</em> (0°, 5°, dan 10°) terhadap perfoma turbin <em>vortex</em> <em>ultra-low head</em><em>.</em> Diusulkan menggunakan Metoda <em>Computational Fluid Dynamics</em> (CFD) dengan pemodelan multifase <em>Volume of Fluid</em> (VOF) dan model turbulensi <em>k-ω Standard</em> diterapkan dalam keadaan <em>steady</em>. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan jumlah dan sudut <em>blade</em> secara konsisten meningkatkan distribusi kecepatan aliran, tekanan, debit, gaya tangensial, serta daya turbin. konfigurasi 4 <em>blade</em> sudut 0° menghasilkan efisiensi 13,15% dikecepatan aliran 23,13 m/s. Sedangkan konfigurasi 8 <em>blade</em> sudut 10° menghasilkan efisiensi 22,5% pada kecepatan aliran 23,13 m/s, Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan pengaruh variasi jumlah dan sudut <em>blade</em> terhadap karakteristik aliran dan efisiensi turbin <em>vortex ultra-low head</em> yang belum banyak dikaji secara numerik, sehingga dapat dijadikan acuan desain awal (<em>preliminary design guideline</em>) dalam pengembangan <em>runner</em> turbin <em>vortex</em> untuk aplikasi pembangkit skala <em>mikro</em> pada aliran air dengan <em>head</em> sangat rendah. Model simulasi yang diperoleh dalam penelitian ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut pada kajian numerik maupun eksperimental berikutnya.</p>2026-08-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 galang yuliawan, Muhamad safi'i, Hisyam Ma’munhttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/254Investigasi Numerik Efek Jumlah dan Sudut Blade terhadap Performa Turbine Vortex Ultra Low Head2026-08-06T08:04:51+07:00Ganang Setyawanganangsetiawan04@gmail.comMuhamad Safi'imuhamadsafii@upgris.ac.idHisyam Ma’munhisyam@upgris.ac.id<p>Pertumbuhan kebutuhan energi listrik di wilayah terpencil memungkinkan dibutuhkannya kemandirian energi yang berkelanjutan, dan pengembangan <em>turbine vortex ultra low head</em> sebagai solusi pembangkit listrik skala kecil yang efektif dan efisien serta minim dampak ekologis. Penelitian pada instalasi <em>turbine vortex ultra low head</em> menarik untuk di kaji lebih lanjut, namun kajian simultan pengaruh jumlah dan sudut <em>blade</em> pada <em>runner</em> terhadap performa turbin ini masih terbatas. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya mengkaji jumlah atau sudut <em>blade</em> secara terpisah, <em>novelty</em> penelitian ini terletak pada evaluasi numerik pengaruh kombinasi jumlah dan sudut <em>blade</em> secara simultan terhadap performa <em>turbine vortex ultra low head</em>. Studi numerik efek jumlah dan sudut <em>blade </em>pada<em> runner </em>terhadap performa <em>turbine vortex ultra-low head</em> di usulkan dalam riset ini dengan menggunakan perangkat komputer <em>Computational Fluid Dynamics</em> (CFD) dengan menerapkan model turbulensi <em>Standard k-omega</em> pada kondisi <em>steady state</em>. Variasi jumlah <em>blade</em> (4, 6, dan 8) serta sudut <em>blade</em> (0°, 7,5°, dan 12,5°) diusulkan dalam riset ini. Konfigurasi 4 <em>blade</em> sudut 0° menghasilkan efisiensi 13,15% dikecepatan aliran 36,63 m/s, sedangkan konfigurasi 8 <em>blade</em> sudut 12,5° pada kecepatan aliran yang sama menghasilkan efisiensi 31,91%, atau meningkat sebesar 18,76 poin persentase dibandingkan konfigurasi 4 <em>blade</em> sudut 0°. Disimpulkan konfigurasi runner paling optimal pada <em>turbine vortex low head</em> adalah konfigurasi 8 <em>blade</em> sudut 12,5°, sehingga model simulasi yang diperoleh dapat dijadikan acuan pengembangan studi numerik <em>turbine vortex ultra low head</em> selanjutnya.</p>2026-08-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ganang Setyawan, Muhamad Safi'i, Hisyamhttps://utilityprojectsolution.org/ejournal/index.php/JuKSIT/article/view/256Sistem Rekomendasi Saham Menggunakan TOPSIS dengan Penyesuaian Bobot berdasarkan Profil Investasi2026-08-07T08:25:23+07:00Reza Pratama411221106@mahasiswa.undira.ac.idEri Dariatoeri.dariato@undira.ac.id<p>Pemilihan saham menjadi salah satu tantangan bagi investor pemula karena memerlukan pertimbangan terhadap berbagai indikator fundamental perusahaan. Beberapa penelitian sebelumnya telah menerapkan metode <em>Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution</em> (TOPSIS) dalam rekomendasi saham, tetapi penggunaan bobot kriteria yang sama belum mempertimbangkan perbedaan profil investasi pengguna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem rekomendasi saham berbasis web yang dapat menyesuaikan hasil rekomendasi berdasarkan profil investasi. Kriteria yang digunakan meliputi <em>Earnings per Share</em> (EPS), <em>Price to Earnings Ratio</em> (PER), dan <em>Return on Equity</em> (ROE), dengan bobot dasar yang diperoleh melalui kuesioner terhadap 57 responden. Bobot tersebut kemudian disesuaikan menjadi profil konservatif, moderat, dan agresif sebelum digunakan dalam perhitungan TOPSIS. Sistem dikembangkan menggunakan PHP dengan arsitektur <em>Model-View-Controller</em> (MVC) dan basis data MySQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian bobot menghasilkan perbedaan nilai preferensi dan urutan rekomendasi sesuai profil investasi pengguna. Evaluasi menggunakan <em>Black Box Testing</em> terhadap 34 skenario pengujian menunjukkan seluruh skenario berhasil dengan tingkat keberhasilan fungsional sebesar 100%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi kebutuhan fungsional dan mampu memberikan rekomendasi saham berdasarkan data fundamental serta profil investasi pengguna.</p>2026-08-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Reza Pratama, Eri Dariato